Rabu, 01 Agustus 2012

Hubungan Puasa, Iman dan Taqwa



"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertaqwa". (Q.S. Al-Baqarah 183)

Di dalam Tafsir Ibnu Katsir disebutkan, melalui ayat ini Allah SWT berbicara kepada orang-orang beriman dari kalangan umat ini dan memerintahkan puasa kepada mereka.

Karena itu, orang yang merasa di dalam dirinya ada iman, tentu akan bersedia mengubah kebiasaannya, menahan nafsunya, bersedia bangun malam untuk shalat tarawih dan makan sahur. Lalu bersedia menahan diri dari makan, minum, berhubungan suami isteri, sejak terbit fajar hingga maghrib.

Dengan demikian, perintah berpuasa adalah perintah khusus untuk orang-orang beriman. Maka, tidaklah heran manakala di siang bolong masih saja ada orang yang secara fisik kuat, tidak ada udzur, minum dan makan seenaknya. Satu sisi kita prihatin atas keimanan mereka. Tapi pada sisi lainnya, kita bersyukur bahwa Allah masih berkenan memberikan kita bimbingan dan kekuatan untuk menjalankan ibadah puasa.

Di ujung ayat disebutkan bahwa tujuan berpuasa adalah untuk meraih derajat takwa. Mengingat derajat kemuliaan mansuia di sisi Tuhannya adalahj karena takwanya. (QS Al-Hujurat [49] : 13).

Dengan puasa Ramadhan akan mengantarkan pelakunya menjada hamba bertakwa yang digambarkan seperti pohon. Pohon takwa yang kokoh, di mana akarnya menghujam ke dalam,melambangkan aspek-aspek keimanan yang teguh. Batang pohonnya dan dedaunnya yang rimbun, memberikan keamanan dan kenyamanan sekitarnya. Serta buah akhlaknya memberikan manfaat orang banyak.

Semoga dengan ibadah puasa Ramadhan dapat meningkatkan keimanan kita, hingga meraih gelar tertinggi di sisi Allah, yaitu takwa. Amin.

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Lady Gaga, Salman Khan